Wednesday, July 04, 2007

Hari ini Tiga tahun Lalu

Hari ini 3 tahun yang lalu, aku dan Andri resmi mengikat janji sebagai suami istri di hadapan Tuhan (pemberkatannya sih 2 Juli 2007). Lalu perayaan atau resepsi juga digelar untuk berbagi kebahagiaan kita dengan keluarga dan teman-teman.
Ga terasa sudah 3 putaran tahun berjalan, dimana 2 tahun terakhir kita sudah tidak lagi berdua, melainkan jadi 1 keluarga kecil bersama hadirnya si kecil Orlando. Dalam 3 tahun ini, banyak hal baru yang ternyata aku baru tau lebih jauh tentang Andri sebagai pasangan hidup, dan rasanya demikian sebaliknya. Ternyata waktu 8 tahun pacaran, belum bisa dibilang lama dan cukup untuk mengenal Andri. Hehehe... people changed right? Tapi ya itu, perbedaan bukan harus jadi kendala, tapi harus jadi pembelajaran buat sama-sama kan? Kalau sama-sama terus, hidup pasti monoton.

Sampai sekarang ini Andri sudah jadi suami, kepala rumah tangga dan orang tua yang luar biasa, menurutku. Punya rasa tanggung jawab untuk urusan materiil maupun non materiil rumah tangga, punya pemikiran 2 langkah ke depan dan ga kalah penting, kenal Tuhan. Pokoknya aku bersyukur banget diberi pasangan Andri. Dia jauh banyak berubah dari masa kuliah dulu.
Meskipun kadang-kadang sikap perfeksionisnya yang tiba-tiba muncul setelah menikah dan punya anak (berbalik dengan aku, dulu aku loh yang perfeksionis) cukup bikin stress kadang-kadang :) tapi aku sayang banget... hehehe... Happy Anniversary ya sayang! Semoga rumah tangga kita diberkati terus... Amin

Sekarang pengen cerita dikit tentang acara-acara persiapan merit kita, karena jaman kenal blog ini udah lewat dari itu, jadi belum ada ceritanya.
Persiapan merit kita sungguh tidak bisa dibilang gampang. Karena saat itu papa-ku masih belum rela melepas aku berumah tangga dengan alasannya sendiri. Untung mama adalah orang yang sangat sabar dan mampu menjembatani komunikasi antara aku dan papa. Di tengah kebingungan itu, aku dan Andri terpaksa setengah melangkahi papa dengan mulai lirik-lirik vendor-vendor wedding. Karena pertimbangan kita, tempat harus dibooking dari jauh-jauh hari. Untunglah tidak lama, restu papa untuk tanggal pernikahan yang kita pilih turun. Jadi lega rasanya, dan lebih nyaman untuk persiapan.
Kebiasaan keluarga besarku, terutama dari pihak Papa, jika akan ada yang menikah, maka semua turun tangan bantuin. Tapi kali ini aku prefer ngurus berdua aja ama Andri, dengan alasan kita ga mau ngerepotin sodara-sodara yang lokasinya di luar kota dan pulau. Biarlah mereka nanti cukup datang dan celebrate pada dekat-dekat harinya. Lagian kita sangat enjoy untuk persiapan ini, tiap minggu food testing, liat pameran, hahaha... pokoknya kencan malam minggu dan weekend dihabiskan di pameran wedding.



Satu-satu vendor terpilih. Untuk ringkesnya kita pilih dulu 2 vendor utama yang menawarkan paket, jadi biar ga ada yang missed, karena kita ga pake jasa EO yang ngatur persiapan. Vendor itu adalah Bridal dan Catering. Dari Bridal ditawarin paket mulai undangan, cake, foto, handbouqet dll. Catering hanya paket gedung, dekor dan MC. Tapi dari penawaran yang standard-standard, seiring waktu dan pemikiran "duh ini sekali seumur hidup" plus komporan dari vendor-vendor yang mulutnya manis-manis :), jadi deh biaya bengkak di post ini itu. Apalagi foto, hehehe... dasar narsis, biaya yang keluar buat foto ini mencapai 1/2 dari biaya catering, ck..ck..ck... Soalnya waktu itu baru musim foto outdoor, jadi sayang dilewatkan. Dan karena baru, jadinya masih cukup mahal ya. Tapi hasilnya memuaskan buat aku dan Andri. Paling tidak itu kenangan-kenangan kita seumur hidup.

Dari Vendors yang kita udah pilih yang paling perlu diacungi jempol adalah vendor foto outdoor (Veloce) dan specially MC-ku Andie Oyong. We were so lucky meeting him. Sebenarnya waktu itu kita hire dia as MC aja karena kita ga mau pake MC yang standard, tapi kebetulan karena dia baru bikin EO baru (Sepuluh Organizer), maka satu team-nya diturunkan. Ternyata meski terbilang baru, ternyata hasilnya profesional banget... Terus waktu udah deal juga kita baru tau, ternyata satu almamater, satu angkatan, temennya temen, anggota team-nya ada yang adik kelas-ku, halaah... jadi tambah nyaman deh, serasa dibantu temen sendiri...
Veloce juga asyik, karena Pricilla the owner, orangnya luwes banget, jadi customer bisa comfort.
Kekecewaan karena janji-janji manis vendor yang tidak ditepati, sudah pasti ada, namun yang mengganggu lancarnya acara tidak bisa dibilang parah. Cuman masalah mobil dan aksesoris rambut (yang ini sih masih agak-agak BT sekarang kalo liat fotonya) hihihi... tapi sutralah... Yang penting kan gimana sekarang aku jalanin hidup rumah tangga sama Andri dan anak-anakku nanti.

Terus bicara tentang keluarga, I have a great big families. Meskipun sedari awal aku tidak bermaksud merepotkan mereka, ternyata toh mereka dengan suka hati tetap membantu, walau itu hanya seputaran H-2 sampai pada harinya. Terutama sekali dalam prosesi adat pertemuan bride and groom sesuai adat kami. Hahaha kalo urusan ini aku memang nyerah, tadinya juga mikir berdua ama Andri, kita ga mau pake acara prosesi gini segala, tapi kok ya setelah dijalani, baru rasanya komplit. Terima kasihku banget buat Tante-Tante dan Om-Omku yang di Surabaya dan Palu, you are great! Oh ya, satu pesan dari salah satu Om-ku yang terngiang-ngiang sampe sekarang "Shin, kita sekarang bantuin kamu buat terusin tradisi, supaya kamu juga tau tradisi ini, nanti kamu juga harus bisa bantu anak-anak kita terusin tradisi ini..." Nah lo, padahal sekarang aku dah lupa-lupa loh waktu itu prosesinya gimana dan apa aja. Gawat :P

Buat nostalgia, ga papa ya narsis lagi, majang-majang foto prewed hehehe... sambil ngayal, kapan langsing kaya gitu lagi :( Foto-foto hari H bisa dilihat di sini, foto-foto prewed lainnya di sini

Photo by Jodi-Veloce & Fritz

No comments: